Tampilkan postingan dengan label religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label religi. Tampilkan semua postingan

Prinsip Ekonomi Islam yang ramah lingkungan

Oleh : Tim IT Club SMP IT Adzkia Sukabumi cc: Ramdhan Rizki Jamaludin (siswa SMP IT Adzkia Sukabumi)


Prinsip Ekonomi Islam yang ramah lingkungan sudah ada sejak zaman Rasululloh saw. Salah satunya adalah ketika Rosululloh saw dan para sahabat hendak melakukan perjalanan dalam rangka berdagang ke negeri syam. Beliau dan segenap rombongan mengenakan kendaraan yang sama sekali tidak merusak terhadap kelestarian alam. Tahukah Anda apakah kendaraan itu??? Unta.

Jika kita kaji lebih dalam, Unta bila diterjemahkan kedalam sarana transportasi saat ini mungkin sejenis Andong, Delman, atau yang lebih sedikit modernnya mungkin Sepeda, Becak dll. Nah beranjak dari sana maka Islam sangat menganjurkan bahkan mewajibkan ummatnya untuk senantiasa melakukan segala hal termasuk dalam kaitannya dengan ekonomi, seyogyanya memperhatikan terhadap kelestarian lingkungannya, tidak serta merta meronggok keuntungan semata, tetapi juga peduli terhadap akibat atau dampak dari pada ekonomi yang kita jalankan tersebut.

Dalam hal ini, saya akan mengemukakan 8 prinsip ekonomi dalam pembangunan yang ramah lingkungan.
1.       Adl (Keadilan) : mengatur hubungan makhluk yang satu dengan makhluk yang lainnya agar berimbang dan saling menguntungkan
2.       Mizan (Keseimbangan) : serta merta dalam hubungan sosial kemasyarakatan harus mempertimbangkan nilai guna sesuatu tidak berlebihan baik dari segi pemanfaatannya maupun dari segi cara mendapatkannya
3.       Wasat (Berkecukupan) : pemakaian energi yang tidak terlalu berlebihan kaitannya dengan ekonomi, sosial dan keyakinan
4.       Rahmah (Bersyukur) : sebagai makhluk yang bermoral dan dibekali akal, senantiasa menjalin hubungan baik dengan sesama makhluk Tuhan sebagai rasa syukur kita kepada Tuhan atas karunia dan anugerah yang telah diberikan kepada kita
5.       Amanah (Bisa Dipercaya) : manusia merupakan makhluk yang diberi kelebihan oleh Alloh SWT berupa akal pikiran, oleh karena itu manusia harus bisa menjaga amanah dari Alloh SWT untuk menjaga kelestarian alam sesudah diambil manfaatnya
6.       Taharah (Kesucian hati dan tubuh) : kebersihan lingkungan merupakan cermin dari kebersihan hati dan jiwa seseorang. Oleh karena itu alam yang kita singgahi ini harus benar-benar terjaga kebersihannya dari setiap derap langkah manusia yang menggunakannya, sehingga cerminan tersebut dapat diwujudkan terhadap kecintaan kita terhadap Alloh sang pencipta.
7.       Haq (Kebenaran) : tiap makhluk hidup berhak untuk dapat menikmati hidupnya di alam semesta ini dengan tidak saling merusak satu sama lainnya
8.       Ilm Nafi’ (Ilmu Pengetahuan yang berguna) : karena manusia yang paling sempurna diantara ciptaan Alloh lainnya, maka sewajarnya memanfaatkan ilmu pengetahuan yang dimiliki terhadap hal-hal yang saling menguntungkan bagi semua makhluk hidup di muka bumi ini

Prinsip-prinsip tersebut dituangkan dalam bentuk keyakinan atau iman. Dan perwujudannya dapat berupa amal soleh bagi manusia terhadap lingkungan sekitar.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua.............Amin ya robbal ‘alamien.

Islam membimbing manusia agar ramah lingkungan


Manusia adalah makhluk yang paling mulia dan paling dicintai di antara semua ciptaan Allah sehingga bergelar Asyraful Makhluqat. Sebelum manusia itu diciptakan di bumi, terlebih dahulu Allah swt. menciptakan langit dan bumi beserta seluruh jagat raya ini semata-mata demi menyokong kehadiran manusia. Sehingga manakala manusia itu dihadirkan di bumi, manusia dapat hidup dengan tenang, nyaman dan sejahtera tanpa kekurangan suatu apapun. Allah swt. menciptakan manusia di muka bumi ini dengan satu tujuan saja yaitu untuk beribadah kepada-Nya. Hal ini sesuai dengan firman Allah swt. dalam QS. Adz-Dzariyat : 56 yang artinya : “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku”. Hal ini diperkuat juga oleh sabda Rasulullah saw. yang artinya : “Sesungguhnya dunia diciptakan untuk kalian dan kalian diciptakan untuk akhirat”.

Bentuk ibadah manusia kepada Allah swt. bermacam-macam. Secara garis para ulama membagi bentuk ibadah manusia itu menjadi dua bagian yaitu Mahdlah (langsung kepada Allah) dan Ghair Mahdlah (tidak langsung kepada Allah). Ibadah mahdlah contohnya shalat, zakat, puasa, haji, membaca Al-quran, dzikir lisan dan lain sebagainya yang berbentuk ritual peribadatan. Sedangkan contoh ibadah ghair  mahdlah adalah hubungan dengan sesama manusia dan kepada lingkungan sekitar. Di sini tidak akan dibicarakan mengenai ibadah mahdlah, melainkan ibadah ghair mahdlah yang lebih fokus kepada kepekaan terhadap lingkungan sekitar.

Di balik kemuliaan yang Allah berikan kepada manusia, Allah swt. juga memberikan potensi-potensi keburukan dalam diri manusia sebagai ujian bagi manusia itu sendiri. Sebagaimana firman Allah swt. dalam surat Asy-syams ayat 8 yang artinya : “Maka Dia mengilhamkan kepadanya jalan-jalan keburukan dan ketakwaannya.” Oleh karena itulah harus pandai-pandai mengarahkan potensi dirinya. Allah swt. telah mengutus 124.000 nabi dan rasul dan 4 buah kitab suci kepada manusia dengan tujuan agar manusia mendapat tuntunan dalam mengembangkan bakat kemanusiaannya. Apabila manusia tidak mengikuti tuntunan dari Allah tersebut, maka manusia akan menjadi makhluk perusak di muka bumi ini.

Sebagaimana  kita lihat sekarang ini, banyak sekali kerusakan yang terjadi di muka bumi ini akibat ulah tangan manusia. Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya manusia melakukan salah satu kegiatan yang disebut kegiatan ekonomi. Dalam hal ini pun tidak luput dari perusakan terhadap alam sekitar. Banyak sekali terjadi bencana di sana-sini yang menyengsarakan segenap penduduk bumi baik itu di daratan, di lautan, maupun di udara. Oleh karena itu, agar manusia dapat beraktivitas ekonomi dengan tidak merusak lingkungan sekitarnya, manusia harus taat kepada tuntunan Allah swt. yang tercantum dalam Al-quran sesuai dengan contoh Rasulullah saw. Wallahu a’lam.